S1 Teknologi Pangan
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya.
Info: 081234506326 - 081233752227.
PIN BB: 53B4EFD8 - 2A1CE131

Kursus di Surabaya

Pages

Senin, 31 Agustus 2015

Pelajari Teknologi Pangan Pembuatan Sosis & Nugget


Advanced  Culinary Class– Akademi Pariwisata Majapahit

Praktis diolah dan enak rasanya. Tak heran, jika nugget dan sosis masih menjadi makanan yang digemari banyak orang, selain karena rasanya lezat, makanan ini juga tergolong mudah disajikan. Lantas bisakah membuat sendiri ? Ini yang dipelajari oleh mahasiswa Akpar Majapahit kelas Culinary Advanced tentang pembuatan sosis dan nugget.


Mengusung pokok bahasan mata kuliah Teknologi Pangan (Food Technology), mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit kelas Culinary Advanced belajar tentang teknik emulsi untuk proses pembuatan sosis dan nugget.

Sekilas jika diamati, proses pembuatan nugget dan sosis cukuplah mudah. Chef Rahma menjelaskan bahwa nugget dan sosis ini dibuat dari bahan daging (sapi atau ayam) yang digiling, kemudian diberi bumbu-bumbu. Untuk sosis musti di masukkan ke dalam pembungkus (casing) berbentuk bulat panjang, lalu dikukus selama 10-15 menit. Sedangkan nugget bisa langsung dicetak, dilapisi tepung panir dan digoreng. Cukup gampang’kan? ungkap dosen culinary advanced ini. 

 Ia juga menerangkan dalam perlakuan pembuatan sosis dan nugget bisa dibuat mulai dari yang rasanya enak hingga ekonomis. Yang penting diketahui formulanya dan tidak meninggalkan bahan utama daging yang kaya protein ini mempunyai kemampuan untuk mengikat air dan membentuk emulsi yang baik dengan zat yang lain.  

  Ada 8 macam produk sosis dan nugget yang dibuat oleh mahasiswa Culinary Advanced, diantaranya Beef Frankfurter Sausage, Economical Beef Sausage, Chicken Fleishwurst Sausage, Economical Chicken Sausage, Industrial Chicken Nugget with Modified Starch, Industrial Chicken Nugget with SMF (Synthetic Meat Fibercoarse), Dragon Stick, dan Ice Cream Nugget.
Tak hanya membuat produk, mahasiswa juga diajarkan bagaimana teknik pengemasan dalam plastik vakum sealer. Teknik ini digunakan dengan tekanan udara hampa untuk melindungi produk dari kerusakan yang diakibatkan oleh kapang yang masih dapat tumbuh dalam kondisi vakum. 

 Nah, setelah belajar produk, setiap minggu diakhir materi perkuliahan, mahasiswa Culinary Advanced dianjurkan untuk membuat Food Creation. Dengan harapan, mahasiswa mampu menciptakan kreasi menu baru yang layak dan bernilai jual. Beberapa mahasiswa Culinary Advanced seperti Ridho D. membuat kreasi menu Beef Sausage with Holladaise Sauce, dan Titus F. membuat kreasi menu Nugget with Sweet and Sour Sauce. Wah, dalam waktu selama 90 menit, mereka dapat menyajikan sajian olahan nugget dan sosis. Ingin terampil seperti mereka?
Kelas Culinary Advanced yang ada di kampus Akademi Pariwisata Majapahit memberikan ruang belajar bagi Anda dalam berkreatifitas di dunia kuliner untuk menjadi chef profesional. Kampus Akpar Majapahit menyediakan laboratorium food technology, sehingga mahasiswa bisa mempelajari teknik produksi, pengawetan dan pengemasan.
Mahasiswa lulusan D3 akpar majapahit bisa melanjutkan study ke S1 teknologi pangan. Bisnis boga tidak hanya sekedar masak memasak, tapi memerlukan pengetahuan teknologi pangan untuk  mengembangkan bisnis industri pangan.*Upi



Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail: akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 234 & 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Advanced Culinary Class – Tristar Institute BSD


Ajarkan Teknik Memasak Molecular Gastronomy

Pernahkah melihat sajian makanan dengan saus berbentuk foam? Butiran kaviar palsu atau makanan bola-bola daging dengan bentuk buah-buahan? Bentuk-bentuk inilah yang menjadi keunikan teknik memasak modern yang sedang tren dengan istilah molecular gastronomy.

Bertempat dikampus Tristar Institute BSD tampak kesibukan mahasiswa dalam belajar praktik tentang materi molecular gastronomy. Bersama Chef Adeline Daniel, mereka diajak untuk mempelajari pengetahuan teknik memasak modern yang menggabungkan bidang fisika dan kimia bahan pangan.

 “Sebenarnya teknik molecular gastronomy juga dikenal dengan istilah avant-garde cuisine, yaitu penggabungan seni memasak dengan sains. Dimana unsur fisika dan kimia diterapkan untuk menciptakan hidangan yang lain dari biasanya. Dulunya teknik memasak ini disebut aneh, tapi sekarang cukup tren dan sudah banyak yang ingin mencoba untuk mengeksplorasinya” ucap Chef Adeline Daniel yang kerap disapa Chef Della.

 Setelah diperhatikan, rasanya lebih pantas molecular gastronomy disebut seni dimana hasil akhirnya sangat indah karena adanya manipulasi bentuk. Namun perlu diperhatikan bahwa molecular gastronomy tidak sama dengan jenis memasak pada umumnya.

Untuk membuat sajian makanan dengan menggunakan teknik memasak molecular gastronomy memang diperlukan pengetahuan dasar fisika dan kimia. Pengetahuan itu, akan menghindarkan dari resiko-resiko berbahaya saat mencoba membuat masakan. Dan bahan-bahan yang digunakan tidaklah murah harganya, seperti memakai nitrogen, zodium alqinat, kalsium klorida, maltodextrin, dll. Begitu juga dengan alat memasaknya memerlukan alat khusus, ada smoking gun, sousvide, nitrogen technique, dll. Wah, pasti menarik !

Kehadiran Chef Adeline Daniel dalam memperkenalkan teknik molecular gastronomy disambut antusias oleh mahasiswa Tristar Institute BSD. Karena, banyak materi baru yang diajarkan seperti jelly making, caviar making, foam making, spheres, dll. sehingga olahan makanannya memiliki sentuhan berbeda.

Bagi Thirza Angelina Asianti (Cica), mahasiswi Tristar Institute BSD belajar pengetahuan molecular gastronomy ini sangat menyenangkan, karena membuatnya dapat mengeksplorasi dunia kuliner sebagai seni memasak untuk menciptakan hidangan baru yang menarik. Seperti membuat “Meat Fruit” dari olahan daging lalu dibentuk menyerupai buah tomat dalam penyajiannya, hmmm sangat menarik dan penuh kejutan begitu dimakan, tuturnya.

  Dengan belajar molecular gastronomy, diharapkan membuka pengetahuan mahasiswa akan molecular gastronomy dan mahasiswa dapat mengeksplorasi lebih jauh mengenai dunia kuliner secara ilmiah. Dengan menerapkan seni molekuler ini, mereka dapat menciptakan hidangan baru yang menarik. Tentunya hidangan makanan yang unik, lezat, sehat dan menarik pasti bisa memberikan kejutan bagi siapa saja yang menyantapnya, papar Chef Adeline Daniel.

Bagaimana, seru dan menarik bukan? Dengan ilmu pengetahuan molecular gastronomy semua dapat menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Yuk, belajar dan rasakan kenyamanan belajar dikampus Tristar Institute BSD-Serpong. *Upi


Sekolah Kuliner & Akademi Perhotelan
Info Kuliah di Jakarta:
Kampus BSD Serpong Jakarta:
S1 Culinary Business (SE)
S1 Hotel Management (SE)
S1 Food Technology (STP)

Tristar Institute BSD – Serpong Jakarta
Komplek Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-33.
Telp : 021-5380668.
HP : 081286358533.
PIN BB : 2A96E298.
Fax : 021-53155652.

GALAXY TRAINING CENTRE JAKARTA
Kursus Wira Usaha & Teknologi Pangan
Telp: 021-53151389.
Flexi: 021-49111425. PIN BB: 2A8798AE
Simpati: 081318230199. IM3: 085775501848.
Serpong - Tangerang

Rabu, 26 Agustus 2015

Praktek menggunakan Alat Masak Moderen - Pertahankan Gizi dalam Bahan Makanan

Bisnis Kuliner Menggeliat, Akpar Majapahit Buka Program Baru ’’Advanced Culinary Class’’

PRESDIR Majapahit Tourisme Academy (Matoa) Holding Ir Juwono Saroso memprediksi program baru Culinary Advance bakal booming setelah mencermati sekaligus menerjuni trend bisnis kuliner di Tanah Air belakangan ini.

Pembukaan program baru tersebut untuk menyiapkan tenaga-tenaga yang andal di bidang kuliner guna menyikapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Program baru Culinary Advance di Kampus Akpar Majapahit Surabaya ini sekaligus melengkapi program yang telah dibuka sebelumnya yakni  program S1 Culinary Business (Culbiz) tahun akademik (TA) 2014/2015.

Selain itu Tristar Institute BSD Jakarta --salah satu unit usaha dari Matoa Holding-- juga sudah merintis program S1 Food Technology (Food Tech) sejak awal tahun ini dan program ini dikembangkan di Surabaya yang dikemas dalam program Culinary Advance.

Program baru ini mendidik mahasiswa dalam dua disiplin ilmu, yakni ketrampilan di bidang tata boga + patiseri dan ilmu-ilmu mengenai culinology, molecular grastronomy dan food technology.

Mahasiswa yang mengambil program ini ke depannya tidak hanya piawai membuat makanan (sajian) yang menarik, garnis (tampilan) yang bagus, dan rasa yang lezat saja, tetapi mereka juga mempelajari ilmu pangan seperti teknik pengawetan, ilmu nutrisi dan gizi, ilmu mikrobiologi dan keamanan pangan, teknologi industri pangan yang sehat dan aman, ilmu pangan terapan, proses rekayasa pangan dan melaksanakan penelitian (riset) dan publikasi.

Selain itu mahasiswa juga akan dibekali wirausaha di bidang pangan seperti industri frozen food, minuman dalam kemasan, makanan awetan seperti abon, snack, frozen bakery, dan lain-lain.

Mereka juga dikenalkan dan praktik mesin-mesin industry pangan dari industri kecil, menengah hingga industri besar.Untuk itu pihak kampus akan mengajak mahasiswa melakukan studi banding ke luar negeri mengunjungi pabrik (factory visit), riset dan development department.

Masih menurut Juwono Saroso, dalam menyusun materi perkuliahan dan praktik dalam program culinary advance itu merupakan hasil kreasinya sendiri --karena dirinya dengan latar belakang sebagai lulus dari Fakultas Teknik Kimia ITS-- termotivasi mengembangkan dua disiplin ilmu, yakni ketrampilan di bidang tata boga + patiseri dan ilmu-ilmu mengenai culinology, molecular grastronomy dan food technology.

Sesuai dengan RKAP tahun 2015/2016, pihak Matoa Holding sudah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 500 jutaan untuk pengadaan peralatan baru guna mendukung operasional laboratorium food technology dan praktik molecular gastronomy bagi mahasiswa.

Nah, keajaiban dalam hidangan (molecular gastronomy) ini nantinya juga dipelajari mahasiswa yang mengambil program Culinary Advance. Molecular gastronomy dalam dunia tata boga ini lebih menekankan pada pendekatan ilmiah yang memadukan antara ilmu kimia dan fisika di dunia kuliner dan pastry.

Maka tidak heran jika ada café & resto bintang lima yang menyajikan apple pie dan rujak dalam bentuk ice cream. Rawon dalam bentuk agar-agar dengan rasa daging dan bumbunya terasa lekat di lidah.

”Tidak hanya itu, ada juga spaghetti yang tampilannya sepertinya tidak berbumbu ternyata memiliki rasa ”meledak” di mulut. Ada juga es krim nitrogen yang sensasi rasanya luar biasa di mulut. Nah dengan memahami molecular gastronomy, saya yakin lulusan program Culinary Advance  bisa diterima pasar kerja,” terang Juwono yang juga owner Matoa Holding.

Program Culinary Advance yang dibuka pihak Kampus Akpar Majapahit ini merupakan jembatan menuju program S1 Food Technology namun menikberatkan pada spesialisasi, demi menjawab kebutuhan mahasiswa yang suka masak (kuliner) tetapi tidak suka mata kuliah dan praktik pastry. Sedangkan program Pastry Advance mengakomodasi mahasiswa yang suka pastry tetapi tidak suka masak.

Terkait dengan hal itu pihaknya pada Senin (11/8/2015) mengundang dosen tamu Chef Didi Han –chef senior asal Indonesia yang telah malang melintang di Eropa (Belanda) dan Amerika (Kanada)—berbagi ilmu tentang food decorator dan food technology dengan juniornya yakni Chef Yuda Agustian, Chef Della sapaan karib Adeline Nadia Daniel bersama 12 mahasiswa D3 jurusan kuliner Akpar Majapahit di laboratorium Food Tech Jl Jemursari 234 Surabaya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengenalkan peralatan canggih kepada mahasiswa antara lain Vacuum Packing Machine (VPM), Polyscience Sous Vide Professional Immersion Circulator --produk innovation culinary technology dari AS— dan Induction Cooker (kompor listrik induksi) hemat energi.

VPM ini diaplikasikan untuk mevakumkan makanan, seperti daging dengan membuang kandungan airnya. Sebelum divakum, daging itu dikemas dalam kantong plastik lebih dulu, selanjutnya daging dalam kemasan plastik itu dimasak dalam alat Polyscience Sous Vide Professional Immersion Circulator.

Setelah mendapat perlakuan tersebut, daging yang telah divakum tersebut direbus dalam panci berisi air yang suhu pemanasannya dikontrol langsung oleh alat canggih PolyScience Sous Vide Professional Immersion Circulator untuk melonggarkan ikatan daging dengan kemasannya sehingga daging mudah diambil dari dalam kemasannya.

Selanjutnya daging yang sudah divakum tadi bisa dimasak –dipanaskan (heat) atau digoreng (fry)-- di atas kompor listrik induksi (induction cooker). Dan yang harus diperhatikan adalah wadah untuk memasak daging itu sebaiknya dari bahan stainless steel atau teflon.

Dalam demo memasak daging sapi (tenderloin) di atas kompor induksi, ada dua perlakuan yang dicoba yakni daging dipanaskan pada suhu konstan 80 derajat celcius selama 10-15 menit. Sedangkan pada treatment kedua, daging digoreng pada suhu 200 derajat celcius selama 1-2 menit. Hasilnya, kematangan daging medium, tekstur menjadi empuk, namun pada perlakukan kedua bumbunya lebih meresap ke dalam daripada treatment pertama. (ahn)

Rabu, 19 Agustus 2015

Cantik & Mungil Sajian Western Hors D Oeuvre


Advanced Culinary Class – Akademi Pariwisata Majapahit

 ‘Small is beautiful’ mungkin ini kata-kata yang cocok diucapkan saat melihat kreasi mahasiswa Akpar Majapahit kelas Culinary Advanced yang sedang praktik membuat sajian Western Hors D Oeuvre.


Berbicara tentang materi Western Hors D Oeuvre, Chef Budiono selaku dosen kuliner menjelaskan dalam pokok bahasan ini mahasiswa diajarkan membuat hidangan pembuka selera berukuran mungil (small bite). Sajian ini memiliki keindahan tersendiri, rasa yang enak (tastefull), ringan (ligth), menyegarkan, dan disajikan dengan penampilan menarik.

 
 

Dalam praktiknya, mahasiswa Culinary Advanced membuat 8 menu, antara lain King Prawn and Avocado Salad with Gazpacho, Fajitas with Guacamole, Cilantro Roasted Veal Medallions with Portobello Mushroom Tart, Charred Mexican Style Flank Beef Wrapped in Flour Tortila with Picodegallo, Seared Sea Scallop and Romesco Sauce, Oyster Tasting with Three Dips, Spinach Crepes with Lentil Raqout and Tomato Coulis, dan Vegetables and Tofu Cannelloni with Cilantro.


Menurut chef Budiono, sajian Western Hors D Oeuvre diperlukan kejelian dan kreativitas. Hampir semua menu yang dipraktekan menggunakan bahan segar dan bumbu yang khas yaitu bumbu-bumbu yang merangsang selera makan. Sehingga citarasa yang ditampilkan harus unik, lembut, dan tetap menyegarkan.


Ia juga menjelaskan bahwa disetiap minggu diakhir materi perkuliahan, mahasiswa Culinary Advanced dianjurkan untuk membuat Food Creation. Dengan harapan, mahasiswa mampu menciptakan kreasi menu baru yang layak dan bernilai jual.


Dengan poin penilaian yang meliputi rasa, tekstur, penampilan dan kreativitas, beberapa mahasiswa Culinary Advanced seperti Ridho D membuat kreasi menu Salmon Fry with Clam Sauce, dan Titus F. membuat kreasi menu Salmon Blackpepper Sauce. Wah, dalam waktu selama 90 menit, mereka dapat menyajikan sajian berukuran mungil dan cantik, lho !


Pasti keren bukan, tampilan produk Western Hors D Oeuvre yang dibuat oleh mahasiswa Akpar Majapahit kelas Culinary Advanced? Sudah tidak diragukan lagi, kelas Culinary Advanced yang ada di kampus Akademi Pariwisata Majapahit memberikan ruang belajar bagi Anda dalam berkreatifitas di dunia kuliner untuk menjadi chef profesional. *Upi

Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 234 & 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Jumat, 14 Agustus 2015

Ajarkan Teknik Memasak Dengan Sousvide

Culinary Advanced – Akademi Pariwisata Majapahit
Ajarkan Teknik Memasak Dengan Sousvide

Mengusung pokok bahasan mata kuliah Modern Cuisine, mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit kelas Culinary Advanced belajar tentang teknik pengolahan makanan dengan menggunakan sous-vide. 

Mungkin selama ini kita mengenal teknik memasak dengan cara direbus, kukus, panggang, atau digoreng. Bersama dosen tamu dari negara Belanda, Chef Didi Han (60 th) mengajarkan kepada mahasiswa Culinary Advanced tentang teknik memasak yang terbilang cukup unik dan modern yang disebut sous-vide.

Sekilas chef Didi Han didampingi Chef Yuda Agustian yang juga dosen Culinary Advanced menjelaskan bahwa teknik memasak sous-vide ini menggunakan temperatur yang lebih rendah. Sehingga akan menjaga kelembaban makanan dan nutrisi yang terkandung dalam makanan juga tidak akan rusak, serta teksturnya menjadi lebih lembut. 

Sous-Vide
Lantas susah kah memasak dengan cara sous-vide? Cara menggunakan alat ini cukup mudah, masukkan bahan masakan dalam kantong plastik dan tempatkan dalam air rebusan di dalam alat masak yang bisa diatur suhunya. Ketika sudah mencapai suhu dan waktu yang ditargetkan, keluarkan masakan. 

 Nah sebagai contoh, Chef Yuda mengajarkan bagaimana memasak daging sapi dengan cara sous vide. Setelah daging dimarinade (dibumbui), masukkan ke dalam plastik vakum sealer. Masukkan daging dalam air rebusan di dalam alat masak yang bisa diatur suhunya. Ketika sudah mencapai suhu dan waktu yang ditargetkan, angkat. Biasanya suhu sekitar 50 derajat hingga 60 derajat celsius untuk daging. Hasilnya, daging menjadi mudah diiris dan bumbu meresap sempurna.

Menurut Chef Didi Han teknik memasak ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, sisi baiknya memasak dalam bungkusan plastik kedap udara akan menyebabkan kaldu dan aroma bahan makanan tidak akan hilang selama proses pemasakan. Bumbu yang dimasukkan pun akan meresap baik. Yang membuat teknik ini jarang diaplikasikan karena harga alatnya yang mahal.

Nah ingin lebih jauh lagi mempelajari dunia kuliner? Akademi Pariwisata Majapahit menjadi satu-satunya sekolah di Surabaya yang menawarkan kelas untuk Culinary Advanced. Lembaga pendidikan yang bisa direkomendasi sebagai tempat memperoleh ilmu yang komprehensif mendalami pembuatan dan pengenalan produk kuliner. *Upi

Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 234 & 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Antusias Mahasiswa Belajar Fruit Carving


Culinary Advanced – Akademi Pariwisata Majapahit

Kebanyakan orang menganggap membuat fruit carving merupakan hal yang sulit. Namun tidak bagi Didi Han, master fruit carving dengan segudang pengalaman dari negara Belanda ini. Kepada mahasiswa kelas Culinary Advanced, Didi Han berbagi ilmu seni mengukir buah. Seperti inilah antusias mahasiswa kelas Culinary Advanced saat mengikuti perkuliahan materi fruit carving.


 Bertempat di kampus Akademi Pariwisata Majapahit yang beralamatkan di jalan Raya Jemursari No. 234 & 244 Surabaya, kedatangan Didi Han sebagai dosen tamu dari negara Belanda ini bertujuan mengajak mahasiswa Culinary Advanced untuk belajar membuat fruit carving secara detail.
Keindahan fruit carving biasanya dijumpai untuk mempercantik penampilan makanan yang disajikan di acara pesta. Beberapa macam buah ataupun sayuran yang biasa diukir agar tampil lebih menarik diantaranya semangka, labu kuning, melon, kentang, lobak, bit, timun, dan masih banyak lagi. Bentuk fruit carving hasil ukiran Didi Han ini identik dengan bunga yang mengabungkan Thailand style dan Chinese style.
 Seperti yang diungkapkan Didi Han, bahwa membuat fruit carving ini kuncinya adalah kemauan, kreatifitas dan ketekunan. Sedangkan untuk pisau, yang digunakan mempunyai ujung runcing dan tajam, itu saja cukup.
 Inilah beberapa ukiran buah semangka yang menjadi style Didi Han yang memerlukan kejelian dan cukup sulit untuk ditiru. Bentuk bunga yang eksotik dari buah semangka ini tampil memikat, ada unsur warna kontras hijau, putih dan merah. Wow, keren !
Tak hanya itu, sesuai tempat domisili Didi Han saat ini, ia mengajak mahasiswa Culinary Advanced membuat bunga tulip khas Belanda. Dengan menggunakan kentang yang dipotong bentuk turnip, dan disayat pinggirnya serta dibuat lubang bagian tengahnya, jadilah bunga tulip yang begitu cantik. Simpel dan gampang dibuat, lho !
Mengenai kreasi bunga tulip, Didi Han menjelaskan untuk membuat bunga tulip tak hanya bisa dari kentang saja, kita bisa menggunakan buah ataupun sayuran yang berdaging tebal, seperti buah bit ataupun lobak. Lalu rangkai dan beri daun dari daun bawang yang dipotong memanjang, wow hasilnya pasti menarik.
Setelah Chef Didi Han menunjukan kepiawaiannya mengukir buah dan sayuran menjadi beberapa bentuk bunga, dengan pola yang sama mahasiswa Culinary Advanced menirukan belajar membuat fruit carving. Selamat mencoba dan menikmati hasil karya anda.
Ingin bisa terampil seperti para mahasiswa Culinary Advanced?, Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya bisa jadi pilihan untuk pendidikan dibidang kuliner. *Upi


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 234 & 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050


www.majapahit.org / www.matoa.info